Rindu Pukul Lima Petang
Pada deru-seru gelombang,
Gelepar karang
Kelepak camar
Sebatas kaki langit yang menyergam
Sebalik lautan membuihKau tak juga datang,
Hingga aku beranjak goyah dipelantar usang
Ketika asin lumut menerkam karat dermaga
Pukul lima petang, sayang!Aku rindu bandar tua bersejarah
Kota pemandian pantai,
Tempias senja
Gulungan ombak Laut Tengah,
Ikan, udang dan kerang.
Kau pernah kisahkan padaku:
Tentang negeri cantik berdarah
dijantung indah khatulistiwa
Disana, matahari tak pernah mati!
Tapi luka perih-pedih tak juga berhenti
Seperempat abad,
Aku meniti laluan gelombang,
Tersadai ditanjung, selat dan muara
Pada malam yang menyeretku keteluk,
Terperangkap kilau-silau menara suar
Duh,
Lelaki kelam memikat malam
Rindu rampus bertemparasan
Menikam sajak-sajak cinta
Gelegak gagak mengelepak
Apak bangkai kapal tua tergeletak
Sudah kutunggu kau,
Pada bandar tua
Dikedai kopi
Menambat kisah rembulan
Yang jatuh indah-menawan
Tapi kau tak juga datang, sayang!
Hingga aku pulang
Menyagang petang
Yang larat datang
Tanta, 3 Mei 2005