Kriminalitas Aliran Ahmadiyah

Kriminalitas Aliran Ahmadiyah
Arif Munandar Riswanto

Alumnus Universitas Al-Azhar Mesir dan Aktivis Muda PERSIS

Sebagai bangsa mayoritas Muslim, kita patut bahagia karena pemerintah akhirnya telah bertindak tegas terhadap Ahmadiyah. Rapat Bakorpakem (Badan Koordinasi Pengamat Aliran Kepercayaan Masyarakat) Kejaksaan Agung resmi mengeluarkan pernyataan bahwa Ahmadiyah adalah aliran terlarang di Indonesia. Ini artinya Ahmadiyah secara legal formal tidak boleh menjalankan aktivitas di Indonesia. Meskipun demikian, masih banyak cendekiawan yang pintar berbicara Islam justru mati-matian membela Ahmadiyah. Atas nama HAM, demokrasi, dan kebebasan beragama mereka membuat justifikasi ilmiyah untuk melindungi aliran tersebut. Padahal, yang mereka bela bukan pahlawan, tetapi pemberontak, pembuat kudeta, dan perusak kedaulatan masyarakat Muslim. Logika demokrasi pun mengajarkan bahwa hak mayoritas harus didahulukan dari hak minoritas. Jika hak mayoritas dan minoritas bertentangan, hak minoritas yang harus mengalah. Jika tidak demikian, berarti minoritas telah berbuat zalim terhadap mayoritas. Tentu saja itu tidak bisa diterima oleh logika demokrasi yang selalu mengedepankan suara mayoritas. Kita tidak perlu susah-payah memutar otak untuk mengetahui kekeliruan Ahmadiyah.

Teks-teks Alquran, As-Sunnah, serta Konsensus universal (ijma) umat Islam selama empat belas abad cukup menjadi argument kuat bahwa tidak ada nabi setelah Muhammad. Bahkan, setelah Nabi Muhammad wafat pun Abu Bakar dan para sahabat lainnya memerangi orang-orang yang mengaku sebagai nabi baru, seperti Musailimah, Sujjah, Al-Asadi, dan Al-‘Unsi. Dengan demikian, tidaklah salah jika Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa sesat bagi aliran apa pun yang mengaku ada nabi baru setelah Nabi Muhammad.

Kriminal
Hal yang dilakukan oleh aliran Ahmadiyah dan aliran-aliran lainnya tak sekadar kesesatan dalam beragama, tetapi sebuah tindakan kriminal yang sangat besar terhadap umat Islam di seluruh dunia. Mereka merongrong kedaulatan umat Islam dalam beragama. Inilah bahaya terbesar yang akan membuat chaos masyarakat Muslim. Sebelum dibentuk oleh apa pun, hal pertama yang membentuk masyarakat muslim adalah nilai-nilai spiritual. Jika nilai-nilai tersebut dinodai, masyarakat Muslim harus bangkit untuk melawan dan memeranginya.

Inilah alasan mengapa Islam memberlakukan hukuman yang sangat keras terhadap orang yang murtad. Menurut Islam, murtad bukan hanya berubah pikiran dari satu agama kepada agama lain, tetapi mengubah loyalitas dari satu kedaulatan kepada kedaulatan lain.Dengan kata lain dari masyarakat atau negara Muslim pada masyarakat atau negara non-Muslim. Perbuatan murtad persis seperti orang yang membuat makar dan memberontak terhadap negara. Jika di sebuah negara ada kelompok yang memproklamirkan presiden, masyarakat, hari kemerdekaan, bendera, dan dasar Negara baru, kelompok tersebut pasti akan diperangi karena telah merusak hal-hal fundamental negara. Terlebih lagi jika kelompok tersebut menyebarkan rahasia-rahasia negara kepada negara lain untuk kemudian mengajak negara tersebut untuk memerangi negara yang dia khianati. Kelompok tersebut pasti tidak akan diampuni. Bahkan, dalam hukum positif, menyebarkan rahasia negara termasuk ke dalam tindakan kriminal yang sangat besar.

Inilah yang telah ditegaskan oleh Rasulullah dalam salah satu hadits: “Tidak halal darah seorang Muslim yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan sesungguhnya aku adalah utusan Allah, kecuali oleh tiga hal (yang salah satunya) meninggalkan agamanya (murtad) dan berpisah dari jamaah.” (HR Muslim).

Orang murtad adalah orang telah berpisah dari jamaah umat Islam. Ia orang yang memberontak masyarakat tempat dia dulu memberikan loyalitas. Loyalitasnya telah diubah dan diberikan kepada umat lain. Karena perbuatan makar seperti ini akan membahayakan eksistensi sebuah masyarakat Muslim, hukuman yang diberlakukan oleh Rasulullah pun sangat keras. Dalam salah satu hadits, Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang mengganti agamanya, bunuhlah dia.”(HR Al-Bukhari).

Beberapa bulan ke belakang kita pernah dihebohkan oleh sebagian warga Indonesia Kalimantan yang diam-diam melakukan latihan militer dan bergabung dengan Laskar Wathaniyah Malaysia. Karena perbuatan tersebut dianggap sebagai tindak pidana yang besar terhadap negara, beberapa cendekiawan kita ada yang mengusulkan agar kewarganegaraan Indonesia orang-orang itu dicabut. Terlebih lagi, mereka banyak yang memiliki kartu identitas ganda. Seperti itulah keberadaan aliran Ahmadiyah bagi umat Islam. Karena memiliki identitas ganda, tidak salah jika umat Islam sepakat untuk mencabut kewarganegaraan Islam dari para pengikut Ahmadiyah dan tidak menganggap mereka sebagai bagian dari kelompok umat Islam.

Menghindari Chaos
Menurut Yusuf Al-Qaradhawi dalam “Nahnu wa Al-Gharb” (Kairo: 2006), agar hukuman yang diberlakukan tidak menjadi liar, kita harus membedakan antara orang murtad yang mengajak orang lain untuk murtad dan orang murtad yang diam. Jika termasuk ke dalam murtad jenis pertama (Ahmadiyah dan seperti nabi-nabi Indonesia), hukuman yang berlaku pun harus keras. Selain telah mengubah loyalitas, murtad jenis ini pasti akan membuat chaos masyarakat muslim. Dia telah terang-terangan memberontak, merongrong, dan melakukan kudeta terhadap kedaulatan agama serta masyarakat Muslim. Jumhur ulama berpendapat bahwa murtad jenis ini harus dibunuh. Namun, jika termasuk ke dalam murtad jenis kedua, murtad seperti ini urusannya diserahkan kepada Allah. Allah SWT berfirman: “ Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya (QS Al-Baqarah : 217).

Dengan demikian, Allah yang nanti akan menghukumi murtad jenis ini pada hari kiamat. Murtad jenis ini termasuk ke dalam kebebasasan privat seseorang untuk memeluk agama yang dia yakini sebagai agama yang benar. Ini adalah pendapat An-Nakha`i, At-Tsauri, dan atsar Umar bin Al-Khathab.

Ada hal penting yang harus dicatat bersama, yaitu sebelum memerangi aliran yang telah dicap sesat, para ulama harus mengajak bertobat dahulu ketua dan para pengikut aliran tersebut. Hal itu dilakukan agar kita bisa mengetahui jalan pikiran mereka untuk kemudian mematahkannya.

Kriminal lain yang dilakukan oleh Ahmadiyah adalah karena aliran tersebut memproklamasikan diri sebagai bagian dari umat Islam. Padahal, seperti yang telah diterangkan di atas, mereka adalah pembuat makar, kriminal, pemberontak, dan orang-orang murtad. Jika saja mereka mengumumkan sebagai agama baru yang tidak ada kaitannya dengan agama Islam, umat Islam pasti akan melindungi mereka.

Dengan demikian, permasalahannya bukan berarti pengikut Ahmadiyah dilarang untuk menyembah Tuhan, sebagaimana diklaim oleh orang-orang liberal. Seluruh umat manusia di dunia ini berhak menyembah Tuhan apa pun yang diyakininya. Ini termasuk ke dalam ajaran dasar di dalam agama Islam. Allah SWT berfirman: ” Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam).” (QS Al-Baqarah: 256). Jika ada yang meyakini sapi, arca, bintang, planet, matahari, bulan, halilintar, guntur, dan lai-lain sebagai Tuhan, ia bebas untuk meyakininya.

Namun, kebebasan tersebut dibatasi oleh keyakinan orang lain. Keyakinan tersebut tidak boleh seenaknya mengklaim sebagai bagian dari keyakinan orang lain. Hal ini persis seperti orang yang ingin mendirikan negara di dalam negara. Orang yang melakukannya pasti akan dicap pemberontak dan diperangi karena telah melakukan kriminal besar. Namun, jika orang tersebut mendirikan negara barunya tersebut di wilayah dan kedaulatan yang sama sekali baru, ia bebas untuk melakukannya dan tidak akan dicap sebagai pembuat makar.

Quoted from Republika, 25 April, 2008

About these ads
By Pwk. PP. Persis Mesir Posted in Opini Tagged

10 comments on “Kriminalitas Aliran Ahmadiyah

  1. Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Bung Arif anda benar tapi dalam tatanan kenegaraan, tapi dalam keyakinan bagaimana ? Sebagian besar umat Islam yakin dan percaya Nabi Isa alaihisalam dan Imam Mahdi akan turun….tapi siapa ? Nabi Isa yang dulu muskil, masalahnya semua nabi sudah wafat surah Al-Anbiya ayat 6-8 : semua nabi-nabi telah berlalu. Lantas kalau turun apakah ada laporan dari langit semacam pengumuman, lantas bagaimana ? saya pernah baca alhadits ketika Rasulullah mengumpulkan sanak saudara dan sahabatnya di Mekkah, kemudian Rasulullah bersabda : Wahai saudaraku kalau kukatakan di ujung bukit itu ada musuh apakah anda percaya…? percaaya..Muhammad, karena engkau al-amin, ketahuilah bahwa Aku adalah utusan ALLah.. maka seketika itu Abu Lahab berdiri sambil berkata : Untuk inikah Muhammad kamu kumpulkan kami, celakalah hai Muhammad… maka turunlah surah Abu Lahab… Allah berfirman : Celakalah kamu hai Abu lahab. Nah, dari sepenggal ini, semua nabi atau Rasul harus ngaku hanya Allah yang memberi SKnya.Sehingga kalau membuat pengakuan palsu Allah sendiri yang menghukum Surah Al-Haqoh : barang siapa yang mendustakan atasnama kami kami akan tarik urat lehernya……..

  2. Assalamualaikum
    Memang betul bahwa kepercayaan akan adanya Imam Mahdi dan turunnya Isa Alaihi Salam adalah bagian dari keimanan terhadap hal yang ghaib yang tidak boleh dipungkiri oleh umat Islam.

    Namun di sini perlu diperhatikan, bahwa Hadits-hadits Nabi Shallallahu alaihi wa aalihi wa sallam telah menjelaskan siapa Al-Mahdi. Kalau kita mau menelaah, maka kita akan tahu betapa pendustanya Mirza Ghulam Ahmad (MGA) La’natullah alaih.

    Imam Mahdi bukanlah Nabi Isa. Sebab berbagai riwayat yang shohih menjelaskan bahwa Imam Mahdi itu adalah keturunan dan Fatimah radliyallahu ‘anha dari keturunan Al-Hassan, dan namanya adalah Muhammad. Ketika ia ada semua orang yang beriman mengetahuinya sebagaimana mengetahui Dajjal. Nah, apakah sekarang umat Islam mengetahui MGA? Bahkan semua pun tahu bahwa MGA bukanlah orang Arab, dan bahasa Arabnya pun sangat berantakan, sama dengan Amirul Mujrimin Ahmadiyah sekarang yang membaca Al-Quran dengan lagu India.

    Adapun Nabi Isa, Al-Quran menyebutkan, Hadits menerangkan. bahwa beliau tidak wafat, namun diangkat ke langit. Oleh karena itu bahasanya adalah diturunkan kembali dan bukan dibangkitkan. Nabi Isa datang pada masa Imam Mahdi, dan bertemu Imam Mahdi. Nabi Isa turun bukan sebagai nabi, karena kenabian telah ditutup, tapi untuk meneruskan syariah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa aalihi wa sallam. Yaitu dengan mematahkan salib-salib, membantai babi-babi dan menumpahkan khomr. Dan hal itu harus difahami secara zhahir, kecuali ada dalil yang menyatakan lain. Tidak seperti keyakinan Ahmadiyah yang mengakui bahwa Nabi Isa disalib, tapi tidak mati, namun mati secara normal, kemudian mereinkarnasi dalam sosok MGA. Ini adalah sebuah kedustaan yang sangat nyata, menyelewengkan dalil-dalil dari maksud yang sebenarnya. Islam tidak mengenal reinkarnasi.

    Oleh karena itu, dalam permasalahan aqidah, jangan sekali-kali memakai rasio an sich, sebab pasti akan tersesat. Masalah aqidah harus berdasarkan dalil yang pasti, kalau tidak ada dalil, tidak boleh berijtihad.

    Dalam memahami nash Al-Quran dan As-Sunnah, hendaklah dikembalikan kepada pemahaman Generasi Terbaik, dan jangan coba-coba menafsirkan dengan penalaran kita yang dangkal. Jika tidak, khawatir kesesatan sudah menunggu kita.

    Wallahu Al-Musta’aan

  3. Assalaamu`alaikum wr.wb.

    Untuk sdr. Tom-Jerry

    Apakah bila kaki anda tertusuk paku anda akan menunggu Allah untuk mencabutnya? Allah Mahakuasa untuk melakukannya bahkan mengganti kaki atau diri anda sekalipun sesuai iradahNya. Justru itulah hikmah dari penciptaan organ tubuh anda yang lain, supaya kita faham betul apa fungsinya, tentu saja sesuai dengan peruntukkannya yang benar.

    Allah juga Mahakuasa untuk memberi makan anak isteri kita, tapi kenapa harus kita suami/ayah mereka yang dibebani tugas untuk mencari nafkah. Tentu agar terbukti bahwa kita adalah suami/ayah mereka.

    Namanya juga sudah masalah aqidah, wilayahnya hati untuk menafsirkan dan menerima Islam melalui wahyu/risalah para nabi/Rasul. Masalah siapa dan layakkah yang membawa, itu sudah menjadi ketentuan dan rahasia Allah sendiri, yang merupakan batu ujian bagi kaum yang akan diberi risalah tsb. Yang jelas Allah sudah memilihkan beberapa “manusia” yang terbaik, yang sudah melalui seleksi dengan caraNya sendiri, tanpa harus meminta persetujuan “makhluk” yang lain.
    Allah hanya menanyakan pendapat para malaikat ketika akan mengutus manusia (adam) ke bumi, bukan minta persetujun mereka. Dan ungkapan itu diabadikan dalam Al Qur`an untuk menguji logika berfikir manusia, bahwa Allah sebagai Tuhan lebih dan maha tahu dari “apapun” makhluknya, termasuk anda.

    Justru tugas andalah sebagai manusia (jika beriman pada Allah yang telah menurunkan Al Qur`an yang berisi seruan, perintah dan larangan), untuk melakukan apa yang anda sebut MEMBERI PENGUMUMAN KEPADA PENDUDUK KOLONG LANGIT, bahwa Allah telah mengutus rasul dari kalangan manusia yang membawa risalah dari Pencipta manusia bagi manusia. Itu namanya berda`wah. Bila melakukannya, anda mendapat 3 kebaikan: 1. anda pasti menjadi orang yang baik dan benar karena telah mempelajari “original guide book” berupa kitab Allah; 2. anda dapat menyebabkan orang menjadi baik dan benar karena menyeru mereka menjadi manusia lurus, tidak jadi binatang atau makhluk lain; 3. kalau anda meyakini hari kiamat, anda akan mendapat pahala.

    Kalau segala sesuatunya Allah yang melakukan, lalu apa guna anda dijadikan manusia, yang punya akal, cipta, rasa dan karsa. Yang oleh Allah diberi gelar terhormat “khalifatu fil ardl”.

    Anda harus banyak membaca lagi bagaimana sejarah mengabarkan penerimaan dan perlakuan masing2 kaum terhadap nabi/utusan yang datang pada mereka. Sebagai contoh adalah nabi2 yang terkenal seperti Daud, Musa, Harun, dan Isa yang menghadapi Bani Isra`il, DARI LITERATUR KITAB MANAPUN YANG. Baru setelah itu pelajari Rasulullah Muhammad, HARUS DARI LITERATUR YANG JUJUR. Khusus untuk yang terakhir, pelajari juga biografi yang menceritakannya.

    Untu sdr. Dani Nursalim Harun

    Tidak ada salahnya anda membaca buku the Choice karya Ahmed Deedat, atau Islam Dihujat dari Hj. Irena Handono. Sekedar penambah khazanah pemikiran. Urusan akidah adalah urusan masing2, kita sendiri yang akan mempertanggungjawabkan dihadapan Allah `azza wa jalla.

  4. Apa maksud anda dengan anjuran untuk membaca buku The Choice dan Islam Dihujat? Apakah dengan mengatakan bahwa aqidah urusan pribadi berarti tinggal diam dengan orang yang merusak aqidah walaupun tidak mendakwahkan kerusakannya?

    Perkataan semua orang bisa diterima dan bisa ditolak kecuali Rasulullah shallallahu alaihi wa alaa aalihi wa sallam. Sebab sesungguhnya beliau tidak berkata dengan hawa nafsu, semua yang dikatakannya hanyalah wahyu belaka.

    Maka siapapun yang mengaku nabi setelah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa alaa aalihi wa sallam maka siap-siaplah untuk menerima laknat Allah, Malaikat dan semua makhluq-Nya..

  5. Merenunglah dengan jernih, dan tinggalkan hawa nafsu sejenak. Agama telah mengajarkan kepada kita untuk amar ma’ruf nahi munkar. Mendiamkan kemunkaran terpampang dimata tanpa berbuat apapun itulah salah satu tanda lemahnya iman. Kemunkaran bisa secara fisik dan bisa secara mental. Dan menurut orang bijak bestari kemungkaran mental lebih jahat dari kemunkaran fisik, meski secara kasat mata kemunkaran fisik tampak lebih nyata. Disisi manakah kemungkaran Ahmadiyah ? Bila kemurnian Al-Islam telah ternodai, dan virginitas islam telah dikoyak-koyak, apakah kita akan berdiam diri ? Bila kita senantiasa mendewa-dewakan kemampuan akal fikiran kita, maka dengan mudah As-Syaithon membimbing kita kejalan yang dimurkai dan jalan yang sesat. Lalu untuk apa kita senantiasa membaca “Fatihah” bila kita memunafikkannya dalam gerak dan langkah kehidupan didunia yang fana ini ? Janganlah kembali kejahiliyah bila kita yakin se yakin-yakinnya bahwa kecerdasan adalah karunia Alloh SWT yang sungguh luar biasa !

  6. masalahnya bukan benar atau salah sesat atau tidak sesat tapi penganut ahmadiyah berhak utk hidup dan beribadah

  7. untuk Agus: memang Penganut Ahmadiyah sebagai masnusia yang bebas berhak untuk hidup dan beribadah, tapi jangan ngaku2 orang muslim, bikin aja agama sendiri dan jangan Indonesia…….

  8. Ahmadiyah sesat!!! knp sy bilang sesat? krn kluarga sy sebagian Ahmadi sebagian NU.sy terusir krna Ahmadi,sy putus hubungan silaturahmi karna Ahmadi,Ahmadi penuh kebohongan,kemunafikan,dan sgt aneh!! sy pelaku bukan pengamat,jdi sy tau betul kebobrokan ahmadi.BUBARKAN!!! ATAU GANTI NAMANYA JADI AGAMA “KHAYALAN”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s