Sajak Achmad David

Rindu Pukul Lima Petang

Sudah kutunggu kau disempadan senja.
Pada deru-seru gelombang,
Gelepar karang
Kelepak camar
Sebatas kaki langit yang menyergam
Sebalik lautan membuihKau tak juga datang,
Hingga aku beranjak goyah dipelantar usang
Ketika asin lumut menerkam karat dermaga
Pukul lima petang, sayang!Aku rindu bandar tua bersejarah
Kota pemandian pantai,
Tempias senja
Gulungan ombak Laut Tengah,
Ikan, udang dan kerang.

Kau pernah kisahkan padaku:
Tentang negeri cantik berdarah
dijantung indah khatulistiwa
Disana, matahari tak pernah mati!
Tapi luka perih-pedih tak juga berhenti

Seperempat abad,
Aku meniti laluan gelombang,
Tersadai ditanjung, selat dan muara
Pada malam yang menyeretku keteluk,
Terperangkap kilau-silau menara suar

Duh,
Lelaki kelam memikat malam
Rindu rampus bertemparasan
Menikam sajak-sajak cinta
Gelegak gagak mengelepak
Apak bangkai kapal tua tergeletak

Sudah kutunggu kau,
Pada bandar tua
Dikedai kopi
Menambat kisah rembulan
Yang jatuh indah-menawan

Tapi kau tak juga datang, sayang!
Hingga aku pulang
Menyagang petang
Yang larat datang

Tanta, 3 Mei 2005

By Pwk. PP. Persis Mesir Posted in Sastra Tagged

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s