Mencermati Karakteristik Persis

MENCERMATI

KARAKTERISTIK PERSIS

Oleh: Syarif Hidayat Abdullah*

Mencermati gerak Jam’iyyah Persatuan Islam (Persis) dalam dimensi peta pergerakan ormas-ormas Islam yang ada di Indonesia, kayaknya ada nuansa yang cukup menarik yang perlu kita kaji secara mendalam. Sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan yang sudah cukup tua bila di bandingkan dengan ormas-ormas yang lain seperti Muhamadiyyah, PSII, NU bahkan al Irsyad sekalipun. Disamping itu pula persis lahir dan menjelma sebagai organisasi kemasyarakatan yang mempunyai komitmen terhadap persoalan-persoalan tajdid (pembaharu) maka konsekwensi logis yang harus di terapkan persis adalah; Bagaimana Persis mampu menjelma sebagai organisasi kemasyarakatan yang terjun langsung untuk membersihkan segala penyakit yang mengganggu umat islam didalam melaksankan praktek-praktek ibadahnya. Dengan demikian Persis harus siap dan berani bangkit untuk menghidupkan Tajdid (pembaharu) yang telah menjadi trade mark perjuangan Persis itu sendiri.

Cikal bakal lahirnya persatuan islam (persis) dan karekteristiknya

Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa Persis lahir dari sebuah kelompok kajian-kajian keislaman yang menitik beratkan dalam aspek da’wah dan tarbiyyah yang terletak di Bandung (Jawa Barat) dengan pendirinya KH. Zamzam, dan guru utamanya Tuan Hasan. Bahkan Tuan Hasan bisa disebutkan sebagai guru utama persis. karena corak atau karakteristik pemikirannya, terutama dalam bidang fikih, banyak sekali dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran beliau yang sangat brilian. Sehingga tidak asing lagi kalau beliau dikalangan persis sendiri sampai kapanpun akan senantiasa di kenang, karena ajaran-ajarannya yang mencerahkan yang telah menjadi trade mark perjuangan persis pada awalnya, yaitu mengadakan perufikasi (mengadakan pemurnian dalam beribadah). Hal ini terjadi disebabkan kefaqihan beliau serta keberanian beliau dalam berdebat dengan lawan ataupun kawan, Sehingga banyak sekali orang-orang yang tertarik dengan pemahaman beliau dan menyatakan diri ikut bergabung dengan jamiyyah persatuan islam. Akan tetapi banyak pula yang berdebat dengan beliau tapi tidak ikut bergabung dengan jamiyyah Persatuan Islam disebabkan malu karena terlanjur sudah banyak pengikut, dan tidak mau taslim atau kembali kepada ajaran al-qur’an dan assunnah yang shahih. Sekalipun menurut pandangan lawan debatnya, apa yang diterimanya itu benar adanya. Diantara orang yang pernah berdebat dengan beliau adalah: Ir Soekarno presiden republik Indonesia yang pertama. Pada waktu itu perang opini sangat ramai di media masa, ketika Ir Soekarno banyak menyinggung masalah kenegaraan dengan memadukan antara nasionalis dan komunisnya, sehingga kejadian ini memaksa tuan Hasan merasa terpanggil untuk meluruskan ide-ide Ir Soekarno, yang kemudian Ir Soekarno sedikit banyaknya dapat menerima masukan-masukan atau kritikan-kritikan yang telah di lontarkan oleh Tuan Hasan. Salah satu contohnya adalah ketika Ir Soekarno berada dalam pembuangan dalam dekapan penjara yang terletak di Rengas Dengklok. Konon katanya beliau masih melakukan dialog dengan sepucuk surat yang di layangkan kepada Tuan Hasan, dan sekaligus Tuan Hasan menjawabnya dengan jawaban-jawaban yang memuaskan dan mencerahkan. Sehingga pada akhirnya banyak sekali Ir Soekarno melahap buku-buku yang dikirimkan oleh Tuan Hasan ketika berada dalam dekapan penjara pada waktu itu. Selanjutnya KHE Abdurahman yang menjadi murid kesayangannya pada waktu itu. Beliau juga tertarik terhadap pemahaman tuan Hasan setelah melalui sebuah perdebatan yang sengit selama berhari-hari. Yang akhirnya KHE. Abdurrahman menyatakan diri bergabung dengan Persatuan Islam disebabkan dengan pemahaman fiqihnya yang sangat luas dan mencerahkan. Bahkan KH E. Abdurrahman juga banyak melahirkan murid-muridnya untuk senantiasa berpegang teguh kepada al-Qur’an dan al Sunnah yang shahih dalam seluruh dimensi kehidupan, sehingga orang-orang sudah merasa tidak asing lagi ketika mendengar nama Persis maka yang terdengar adalah dengan pemahaman fiqihnya yang sangat kental. Atau yang terkenal dengan fiqih orientied. Hal ini wajar sekali karena Persis berdiri sesuai dengan tuntutan jaman pada waktu itu.yaitu mengembalikan ibadah umat kepada ajaran yang sebenar-benarnya. Dan masih banyak lagi tokoh-tokoh Persis yang berani menyuarakan,dan mengusung ide Tajdid (pembaharu) baik itu dalam ranah ibadah ataupun ranah kenegaraan. Dalam ranah ibadah yang berani melakukan perufikasi (pemurnian) semisal Tuan Hasan bersama dengan muridnya yang akhirnya sebagai pelanjut tonggak perjuangan persis setelah beliau, siapa lagi kalau bukan KH.E Abdurrahman, KH. Isya Anshari yang terkenal dengan laqab macan mimbar, karena keberanian dan ketegasan beliau dalam menyampaikan risalah keagamaan. Serta masih banyak lagi ulama ulam berkelas yang tertarik terhadap pemahaman Persis, seperti Hasby Assidiqi, Cholil Ridwan, KH Qamarudin Shaleh, Abdul Hamid Hakim dan masih banyak lagi yang lainnya. Adapun dalam masalah kenegaraan; kita mengenal sosok seorang tokoh seperti Muhammad Natsir yang menjadi murid pertama Tuan Hasan pada waktu itu. Dan beliau berhasil menjadi perdana menteri pertama di bumi pertiwi tercinta ini. Beliau sangat kental sekali dengan corak pemikiran kenegaraan yang tak pernah memisahkan urusan negara dengan agama, dan orang-orangpun selamanya akan mengenal siapa dan bagaimana sosok Muhammad Natsir dalam kancah perpolitikan ketika itu, bahkan tetap dikenang sampai sekarang.

Maka dengan demikian jelaslah,bahwa Persis lahir dengan karateristiknya sendiri, dan berbeda dengan ormas-ormas yang lainya, yang bermunculan pada waktu itu. Yaitu mengusung ide Tajdid (pembaharuan), dan mengadakan perufikasi (pemurnian dalam beribadah) atau dengan bahasa yang sudah tidak asing lagi yang sering terdengar di telinga kita. Persis lahir untuk memberantas penyakit Tahayaul,Khurafat dan Bid’ah yang sangat merebak dan semarak yang banyak dilakukan oleh umat islam pada waktu itu. wallahu A’lam bisshawab.

* Penulis adalah Mahasiswa Universitas Al Azhar Fakultas Ushuluddin & Alumni Pesantren Persatuan Islam No. 1 Bandung

8 comments on “Mencermati Karakteristik Persis

  1. asw, selamat ya, buat PERSIS, sebagai harakah tajdid yang fenomenal ketimbang ormas Islam lainnya, dengan semangat mengedepankan banyak purifikasi ajaran – ajaran Islam. Semoga bisa mempersatukan umat Islam di Indonesia, dan bisa menghadapi tantangan2 yang banyak menimpa umat,khususnya dari orang2 yang mengusung label salafi, yang selalu antikritik, sok suci, kontribusi yang nol, dan menyebarkan semangat perpecahan, kebencian pada ahlussunnah yang mendirikan organisasi Islam. Salam

  2. Hiup PERSIS.. Halang rintang itu harus qta hadang terutama orang-orang yang mengaku cinta Islam tapi malah merusak Islam dengan politiknya!!

  3. semua yg dilakukan selain persis itu mempunyai dalil ,inti dari beribadah yaitu keikhlasan dan toleransi kepada masing” pemahaman.bukan kami tidak mau berdebat bahkan kami selalu ingin menjawab pertanyaan aksi dari persis yg selalu gampang mentakfirkan,bid’ahkan bahkan memvonis ibadah seseorang itu tidak sah.Alloh Swt lah yg menilai ibadah hambanya.nah….sikap ini yg kurang sefaham dgn kami,jika persis bermasyarakat dengan cara saling menghargai ,insya alloh akan terjadi saling pengertian diantaranya.bukan mengedepankan perdebatan,karena di kami pun sudh siap dgn dalil” qoth’i ataup[un aqli. pesan masukan dari saya jika mencetak SDM persis mungkin harus ada yg mengedepankan ilmu dulu ketimbang keberanian,Wasasalamualaikum wr.wb salam hormat

  4. NB: kami ingin ishlah,kami ingin bersatu saling menghargai diantaranya dengan tidak mengedepankan perbedaan.jika persis terus begini,knp pesantren tidak didatangi untuk melarang ini melarang itu,jangan di masyarakat kecil yg awam pemahaman agamanya.insya alloh berhasil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s