Merancang Keharmonian Dunia

Merancang Keharmonian Dunia

Oleh : Irma Ratna Juita*

“Rancang apa yang ada di tangan, bukan yang kita angan-angankan

Membina sebuah harapan bukan yang kita igaukan”

Dunia dengan segala isinya tercipta bukan tanpa makna dan rasa. Dengan sengaja sang Pencipta menyediakan itu semua untuk dinikmati makhluk-makhluk-Nya. Namun bukan hanya sekedar menikmati saja, kita sebagai makhluk yang diberikan kelebihan oleh-Nya mempunyai amanah untuk mengelola nikmat tersebut. Alangkah indahnya dunia apabila penghuninya menyadari kelebihannya tersebut.

Dunia, dengan berbagai macam persoalan hidup di dalamnya memerlukan sentuhan-sentuhan profesional dan untuk menciptakan dunia yang damai dan tentram, dibutuhkan tangan-tangan terampil, ahli dan bertanggung jawab dalam mengelolanya. Berangkat dari sini penulis mengajak pembaca (sesama kaum Hawa J kalau kaum Adam ada yang meluangkan waktunya untuk ikut menyimak tulisan ini juga gapapa, berarti peduli dengan kaum yang satu ini, mmm… betul ga?), untuk kembali merenungi hakikat penciptaan kita di muka bumi ini.

Disadari maupun tidak, kita adalah makhluk istimewa (so, bagi yang merasa) yang Allah ciptakan dengan berbagai perangkat yang takkan terkalahkan kecanggihannya dengan teknologi termodern sekalipun, dan takkan pernah tercatat dalam sejarah akan ada yang menandingi kecanggihan tersebut. Dengan dibekali modal yang Allah sediakan, pena-pena sejarah terus menerus menggoreskan tintanya tanpa henti sampai batas waktu yang ditetapkan. Dengan modal tersebut sangat besarlah peran wanita dalam keberlangsungan kehidupan manusia. Darinya lahirlah generasi penyambung kehidupan, darinya lahirlah generasi penerus perjuangan, darinya lahirlah generasi-generasi pembaharu, generasi harapan umat yang dinanti-nantikan kehadirannya di tengah gersangnya gurun kehidupan ini.

Akan tetapi sahabatku, apa yang kita idam-idamkan tidak semudah yang kita bayangkan dan kita harapkan. Kesungguhan dan keseriusan merupakan suatu keniscayaan untuk mempersiapkan diri sejak dini, dengan harapan akan terlahir dari rahim-rahim kita generasi yang diharapkan.

Tidak ada kata terlambat bagi kita yang sudah atau akan melahirkan buah hatinya untuk lebih membekali diri dalam menyambut mereka. Apalagi bagi yang belum melangkah ke sana, masih tersedia banyak waktu dan kesempatan untuk lebih mempersiapkan segalanya, terutama ilmu yang menunjang hal tersebut.

Dari rahim seorang wanita lahirlah Josh Wolker Bush, seorang penguasa Adi Daya yang hebat sekaligus pengecut dan penjahat dunia. Dari rahim seorang wanita lahirlah Ariel Sharon seorang penjahat keadilan dan perampas kedamaian. Dari rahim seorang wanita lahirlah penulis yang belum mampu memberikan kontribusi apa-apa untuk perjuangan umat ini. Dari rahim seorang wanita lahir koruptor ternama yang handal, pencopet ulung dan lahir pahlawan-pahlawan bangsa dan negara. Dan dari rahim seorang wanita pula lahirlah seorang Muhammad, pemuda al-Amin, suami tauladan, ayah yang bertanggungjawab. Pembawa risalah kebenaran dari Yang Maha Benar yang menerangi seluruh kegelapan dunia dan membawa umat mausia dari keterpurukan hidup menuju nikmatnya hidayah.

Betapa mulia Allah menciptakan dan memposisikan makhluk yang bernama wanita, maka alangkah ruginya jika kita menyia-nyiakan kelebihan yang Dia anugerahkan tersebut. Persiapan yang matang dari sekarang sangat diperlukan. Tidak adanya persiapan dalam hal ini membuktikan kurangnya kepedulian kita dalam mempersiapkan kemajuan peradaban dan kejayaan Islam.

Kita yang sekarang ini adalah cerminan nanti anak-anak kita di masa yang akan datang, maka selama hayat dikandung badan, selama ruh masih bersemayam dalam jasad, kita perbaiki diri mulai sekarang sebagai bukti kita menginginkan perubahan di masa depan umat ini.

Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Seorang Ibu harus mengetahui tugas dan tangungjawabnya sebagai murabbiyah dalam mengasuh, mendidik dan membesarkan mereka, serta membentuk dan membina pendidikan mental, jasmani, rohani dan akhlaknya.

Imam Al Ghazali mengatakan: Anak itu adalah amanat bagi kedua orangtuanya. Hatinya yang suci itu adalah permata yang mahal. Apabila ia diajar dan dibiasakan kebaikan, maka ia akan tumbuh pada kebaikan dan akan mendapatkan kebahagiaan didunia dan diakhirat. Tetapi apabila ia dibiasakan untuk melakukan kejahatan (hal yang tidak baik), maka ia akan sengsara dan binasa.

Nah, sekarang kita mau melahirkan siapa?

Penulis berharap kita semua termasuk makhluk istimewa, yang Allah beri kesempatan terlahirlah dari rahim-rahim kita pemimpin-pemimpin dunia yang menjunjung tinggi persatuan dan perdamaian dan berjuang demi tegaknya al-Islam.

Kita nantikan itu…

Selamatkan dunia ini dari peperangan

Selamatkan dunia ini dari kehancuran

Selamatkan anak-anak dari kebuluran

Selamatkan dunia

Selamatkanlah …..

Kedamaian terbina dari rahmat keamanan

Kebahagiaan terbina dari nikmat perpaduan

Kemajuan tercipta dari usaha pembangunan

Kasih sayang penghubung kita semua

Mari kita menjanjikan menuju hidup yang sempurna

Bersamalah kita bina masyarakat harmoni

Saling hormat menghormati sesama kita

Tua muda, miskin kaya

usahlah dibeda semua bangsa & agama

Sifat warga yang berderma akan rezeki mulia

Hindari persengketaan, tegakkan keharmonian

Anak muda dan remaja, warga pewaris dunia

Hargai jasa yang tua, teruskan perjuangannya

Memang payah untuk membantu hidup yang sempurna

Akan mudah jika kita berusaha demi

Kejayaan bersama …..

Kepada para calon ibu yang sedang mengandung buah hatinya, yang sedang

mengandung khadijah-khadijah baru, yang sedang mengandung para calon pemimpin dunia, tunjukkan bahwa kejayaan dunia ada di tangan anda.

* Tulisan ini lahir dari keyakinan penulis akan terulangnya kembali sejarah kejayaan

Islam. Mohon maaf apabila dalam penyampaiannya banyak kekurangan. Itu

dikarenakan kesederhanaan & keterbatasan ilmu dari penulis sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s