Sesumbar Demokrasi a la Amerika

Sesumbar Demokrasi a la Amerika

Kumpulan “elang” rezim Amerika baru kembali membuat “jijik” mata dunia. Melalui pidato pelantikan presiden pada tanggal 20 Januari 2005, Bush kembali mengeluarkan sesumbar yang penuh arogansi “so, it is the policy of the United States to seek and support the growth of democratic movements and institutions of every nations and culture, with the ultimate goal of ending tyranny in our world.” Itulah ranah “perjuangan” Amerika ke depan: menumbuhsuburkan demokrasi dan menghilangkan tirani.

Rasanya, tukang becak pun tahu, bahwa sesumbar Bush tersebut jauh panggang dari api. Justru, negara adikuasa itulah yang selama ini sering melanggar demokrasi dan menumbuhsuburkan tirani. Sehingga, program kerja Bush cs ke depan pun harus dibalik menjadi: menghilangkan demokrasi dan menumbuhsuburkan tirani. Karena, itulah fakta demokrasi a la Amerika. Meminjam tulisan Newsweek, demokrasi Amerika adalah “high hopes, hard facts”.

Demokrasi a la negri Tom and Jerry tersebut adalah akibat wajar dari doktrin Pre-emptive Strike Amerika. Doktrin tersebut berkoar-koar “lebih baik mendahului daripada didahului”. Legitimate atau tidak adalah masalah belakangan yang bisa dicari justifikasinya. Afghanistan, Irak, dan sekarang menunggu giliran Iran serta Korea Utara adalah para korban dari isi doktrin tersebut.

Demokrasi Pre-emptive Strike Amerika adalah pengkhianatan terhadap “khotbah wada” (farewell address) George Washinghton pada bulan September 1796. Pidato yang tidak dibacakan secara verbal tersebut berisi 51 poin tentang arti demokrasi yang sebenarnya. Salah satu isi dari pidato tersebut adalah “…just and amicable feelings towards all should be cultivated.” Hanya sayang, dua abad kemudian, pidato dari bapak pendiri bangsa yang memiliki visi politik dunia ke depan tersebut justru harus dikhianati oleh “anak baru gede” semisal George W. Bush.

Itulah yang menyebabkan antipati masyarakat dunia terhadap Amerika. Amerika sekarang adalah pengkhianat demokrasi. Lebih jauhnya, ketika nalar demokrasi dilanggar menjadi aksi penjajahan, yang kerap terjadi adalah lahirnya Mao Zedong, Che Guevarra, Usamah ibn Laden, Sadam Husen, Abu Sayyap, Hammas, dan Jihad Islam. Tokoh-tokoh dan organisasi-organisasi “garis keras” tersebut lahir tiada lain ketika mereka merasa bahwa nilai-nilai demokrasi telah dikhianati dan dijajah oleh bangsa lain. Amerikalah sumber kelahiran gerakan garis keras tersebut. Karena, tidak ada asap jika tidak ada api

Bahkan, secara terang-terangan, Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Kofi Anan sering mengatakan bahwa pendudukan Israel terhadap Palestina, invasi Amerika ke Afghanistan dan Irak sangat bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi. Hanya, yang jadi persoalannya adalah, siapakah yang berani menjamin untuk “menghakimi negara maju” yang selama ini sering melanggar nilai-nilai demokrasi, jika badan sekuat PBB saja mandul untuk menghakimi pelanggaran tersebut?

Selain melakukan “oposisi” terhadap barang dagangan demokrasi a la Amerika, kita pun harus percaya terhadap hukum kausalitas. Tidak ada sebuah kekuatan yang abadi di dunia ini. Imperium Qarun, Firaun, Iskandar Agung, Romawi, Cina, Persia, Mongol, Uni Soviet, adalah tembok-tembok hegemoni yang pernah jaya. Namun, seluruh imperium tersebut hanya menyisakan artifak pelajaran (ayat) bagi generasi setelahnya. Seharusnya, Amerika belajar dari sejarah kemanusiaan yang sangat panjang tersebut. Karena, kehancuran tembok hegemoni tersebut adalah ketika mereka berlaku arogan dan membuat kerusakan di muka bumi ini. Persis seperti hal yang sekarang sedang dilakukan oleh Amerika. Redpel.

By Pwk. PP. Persis Mesir Posted in Kolom Tagged

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s