Imam Ad-Darimi & Kitabnya As-Sunan

Imam ad-Dârimî & Kitabnya as-Sunan[1]

Oleh. Ahmad Junaidi, Lc. Dipl.

Biografi

Beliau adalah Al-Hafizh al-Imam Abdullah bin Abdul Rahman bin Fadhl bin Bahram bin Abdillah abu Muhmad ad-Darimi as-Samarqandi.[2] ad-Darimi adalah nama lengkapnya Darim bin Malik bin Handalah bin Zaid bin Munah bin Tamim.[3] Ia di lahirkan pada taun 181 H (ada juga yang berpendapat 182) atau bertepatan dengan tahun 797 M.[4]

Keilmuan

Sebagai seorang yang bertekad menjadi penyebar hadits dan sunnah, maka syarat-syarat sebagai seorang rawi sejati menjadi satu kemestian untuk dimiliki. Diantaranya ia mesti terlebih dahulu belajar dan berguru.

a. guru-guru beliau

Yazid bin Tharus, Nadzar bin Syumail (paling awal meninggal diantara guru-gurunya), imam Muslim dan yang lainnya.[5] Dan setelah mendapatkan ilmu dan memulai menapaki masa-masa kematangan intelektualnya, beliaupun mulai mengajar dan berkarya.

b. Murid-murid beliau

Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Abdullah bin Beumaid (ia adalah murid paling awal/pertama).[6]

c. karya beliau

  1. Sunan ad-Darimi (ada juga yang menyebutnya al-Jam’u ash-Shahiih)
  2. Tsulutsiyat (kitab hadits)
  3. al-Musnad
  4. Tafsir [7]

karenanya menjadi tidak mengherankan jika kemudian para ulama memuji dan menyanjung keilmuan beliau.

1. Imam Ahmad bin Hanbal memuji beliau dan menggelarinya dengan gelar “imam” dan berpesan agar menjadikannya rujukan (seraya ucapannya diulang-ulang).[8]

2. Muhamad bin Basyar (bundar) berkata : “penghapal kaliber dunia ada empat: Abu Zur’ah ar-Razi, Muslim an-Nasaiburi, Abdullah bin Abdul Rahman di Samarqandi dan Muhamad bin Ismail di Bukhari”.[9]

Abu Harits ar-Razi berkata: “…dan Abdullah bin Abdurrahman paling kuat (atsbat) di antara mereka (Bukhari, Muhamad bin Yahya dan Muhamad bin Aslam).[10]

Sebagai seorang imam (barangkali profesor/guru besar sekarang) ilmu yang dikuasainya tidak terbatas kepada satu macam saja. Pantas saja jika para ulama menempatkan beliau sebagai seorang ahli tafsir yang sempurna mumpuni dan seorang ahli fiqh yang alim.[11]

Sudah barang tentu, penghargaan ulama seperti ini kepada beliau bukanlah datang dengan tiba-tiba –bim salabim–. Hal ini merupakan buah atau hasil dari sebuah proses panjang dalam hidup rabbani.

Abu Bakar al-Khilib al-Baghdadi melukiskan hal ini dalam buku beliau tarikh baghdad,[12] dan kemudian di nukil oleh adz-Dzahabi, ia berkata: “ia salah seorang pengembara sejati dalm mencari hadits atau memiliki kekuatan hapalan, dalm mengumpulkan hadits secara propesional (itqan)……”.[13]

Adz-Dzahabi menjulukinya dengan tawafal (mengelilingi banyak negeri) menjadi seorang imam, tentu saja sebuah gelar yang besar/agung. Kebesaran ini menjadi lengkap, karena ternyata beliau memang seorang imam seperti dalam makna yang sesungguhnya, luar dalam.

Muhamad bin Ibrahiem bin Manshur as-Saerozi: “Abdullah adalah puncak kecerdasan dan konsistensi beragama, di antara orang yang menjadi teladan/perumpamaan dalam kesantunan, keilmuan, hafalan, ibadah dan juhud….”.[14] Bahkan imam Ahmad pernah menyebutkan bahwa suatu ketika ditawarkan kepada beliau materi (dunia) tetapi beliau tidak menerimanya.[15]

d.Wafat beliau

Beliau meninggal dunia pada hari Kamis, 8 Dzulhidjah (hari tasriah) setelah ashar tahun 225 H /69 M, dalam usia 75 tahun. Dan dikuburkan keesokan harinya, Jumat (hari Arafah).[16]

Kitab “Sunan”:

  1. Nama kitab:

Dari dua ahli sejarah lama, Adzahabi dan Ibnul Imad,[17] menyebutnya dengan “al-Musnad” juga dalam photo copy manuskrip (makhtuth) di Tendiyas India.[18] Dan dari dua ahli sejarah kontemporer, Umar Ridla Kahalah[19] dan ad-Darakli,[20]menyebutkan dengan “as-Sunan atau Sunan ad-Darimi”.

Dan setelah mempelajari susunan bab-bab (kitab yang telah di cetak) disusun sesuai dengan bab-bab fiqh, maka lebih tepat di sebut dengan “Sunan”.[21]

  1. cetakan kitab sampai tahun 1997, sudah ada lima cetakan kitab sunan ad-Darimi.[22]
    1. Pada tahun 1293 H di Kanbower, dengan tebal halaman 467.
    2. Pada tahun 1346 H di Cairo, dalam dua jilid, diperbanyak oleh M. Ahmad Rahman.
    3. Pada tahun 1404 H, dengan takhrij, tahqiq, ta’liq: Abdullah Hasyim Yamani Al-Madani di Faishal Abad dalam dua jilid. Juga di Cairo pada tahun tersebut di Dar Ihya as-Sunnah ar-Rabiyyah dalam dua jilid juga.
    4. Pada tahun 1405 H di Cairo, tahqiq bagian ke tiga dalam disertasi doktoral setebal 1110 halaman oleh Abdul Qayyim Abdul Rabi Nabbiy al-Fakistani dengan dosen pembimbing M. Syaukani Khadr as-Sayyid.
    5. pada tahun 1412 H di Damaskus, tahqiq, syarh, dan daftar isi Dr. Mushthafa Diib al-Bugha.
  2. kedudukan Sunan ad-Darimi:

sejarah yang saya ketahui, Sunan ad-Darimi, mendapatkan perhatian lebih dari para peneliti (bahitsin), terutamanya setelah muncul al-Mujtamul Mufahrats Li Alfazdil Hadits, dimana Sunan ad-Darimi menjadi salah satu rujukan Mu’jam tersebut, sehingga jika kemudian disebut Kutub at-Tis’ah, maka masuklah Sunan ad-Darimi di dalamnya.

Adapun dalam tulisan-tulisan ulama terdahulu, tentang pembahasan-pembahasan atau istilah-istilah tertentu yang berkaitan dengan kitab-kitab hadits, maka jarang di masukkan, contoh: ketika membahas tentang syarat-syarat kitab-kitab hadits tertentu, seperti Abu Bakar Muhamad Musa al-Hazimi (w. 584 H) dalam kitabnya syurutul……….khamsah, atau Abu Fadhl bin Thahir al-Maqdisi (w. 507 H), (dalam kitabnya syurutul….sittah lebih lanjut, apakah tesis/desertasi atau kajian/tulisan non akademis? Saya belum melihatnya), hanya melihat 5/6 kitab dan tidak termasuk di dalamnya Sunan ad-Darimi. Wallahu a’lam.

Sampai sejauh ini kajian atau penelitian yang mendalam –selain dari tahqiq, tq’liq, syarh dan yang sejenisnya—belum saya jumpai, sampaipun dalam tesis-tesis atau disertasi-desirtasi. Di berbagai universitas di negeri Arab, ada satu judul buku “Imam ad-Darimi Atsaruhu Fil Hadits dalam catatan kaki sebuah buku, namun tidak rinci. Karenannya saya pribadi tidak bisa menulis lebih dari sekedar memperkenalkan secara sangat kasat tentang buku ini.

  1. isi Sunan ad-Darimi

– kitab ini di mulai dengan muqaddimah yang berisi bab-bab pengantar seperti:

kondisi manusia sebelum islam

tentang sifat, mu’jizat Nabi

tentang fatwa

tentang ilmu dan orang berilmu

Didalamnya terdapat 654 hadits, dan yang lainnya.

– kemudian di sambung dengan kitab Taharah, kitab Shalat dan di akhiri dengan kitab Fadhail al-Qur’an. Jumlah kitab dalam Sunan Darimi seluruhnya berjumlah 23 kitab, dan dalam setiap kitab terdapat bab, di dalam bab-bab inilah beliau menyebutkan hadits-hadits yang sesuai dengan judul bab yang di maksud.

  1. jumlah hadit-hadits dan kedudukannya:

– dari hitungan Dr. Mushthafa Diib al-Bugha: “terdapat sebanyak 3375 hadits dalam sunan darimi termasuk hadits-hadits yang termaktub dalam muqaddimah”.

– sejauh ini, saya belum mengetahui sebuah study dan penelitian yang detail dan mendalam tentang persentase kekuatan/kedudukan hadits-hadits Sunan ad- Darimi.

Barangkali, dari contoh-contoh riwayat beliau yang di nukil sebagian oleh adz-Dzahabi dalam kitabnya Siyar ‘Ilam Nubala,[23] dapat disimpulkan, bahwa sebagian hadits beliau ada yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, artinya riwayatnya termasuk kategori shahih. Dan ada yang masuk dalam kategori Gharibul Isnad. Seperti halnya karakter dari kitab sunan yang menekankan kepada hadits-hadits hukum, maka kemungkinan adanya hadits-hadits yang tidak shahih adalah wajar. Karena para penulis (mukharrij sunan) tidak mensyaratkan hal itu (hanya meriwayatkan yang shahih saja). Wallahu ‘alam.

penutup


[1] Makalah ini diobrolkan dalam acara Bidang Taklim Forum Silaturahmi Persatuan Islam (FOSPI) Cairo Mesir, hari Rabu, 17 April 2002 M, bertepatan, 4 Shafar 1423 H.

[2] Syamsuddin adz-Dzahabi, Syar ‘Alam Nubala. Dar Fikr. Vol. X. Hal. 173. lihat juga, al-A’lam. Vol. IV. Hal 95. juga Mu’jam-ul ‘Muallifîn. Vol.VI. Hal.71. Sebagaimana dituturkannya sendiri (saya di lahirkan pada tahun wafatnya Ibnu Mubarak 181 H.

[3] ibid.

[4] Umar Ridlo. Mu’jamul Muallifîn. Vol. VI. Hal. 71

[5] Syamsudin adz-Dzahabi. ibid

[6] ibid

[7] Umar Ridlo.ibid.

[8] Khairuddin az-Zarakli. al-A’lam. Dar ilmi lil Malaayin. Vol. IV. Hal. 95.

[9] Syamsudin adz-Dzahabi. Ibid. Hal. 174

[10] Ibid.

[11] Ibid.

[12] ibid. Vol. X. Hal. 29 (lihat catatan kaki Hijaz hal 175).

[13] Ibid. Hal 175

[14] Ibid. Hal 174

[15] Ibid. Hal 175

[16] Ibid. Hal 175. lihat juga, Imam al-Hambali, Syarat-udz Dzahabi Fî Akbarinan Ad Dazahabi. Dar al-fikr Al-Arabiyah. Vol. II. Hal. 130

[17] Imam al-Hambali, Syarat-udz Dzahabi Fî Akbarinan Ad Dazahabi. Dar al-fikr Al-Arabiyah. Vol. II. Hal. 130

[18] pengantar dan pentajdid Sunan ad-Darimi, Dr. Mushthafa Diib al-Bugha

[19] Ibid. Vol. VI. Hal. 71.

[20] Ibid. Vol. IV. Hal. 95, tetapi ia menyebutnya nama lain, yaitu ash-Shahih bukan dari al-Musnad..

[21] Sunan dalam istilah pembagian kitab-kitab hadits. Definisi sunan adalah kitab yang di susun sesuai dengan bab-bab fiqh, thaharah, shalat dll. Risalah manuskrif hal. 33. sementara definisi musnad ialah kitab-kitab hadits yang disusun berdasarkan sahabat ……..

[22] Muhyidin…….Vol. II. Hal. 521

[23] vol. X hal 176 dan seterusnya.

3 comments on “Imam Ad-Darimi & Kitabnya As-Sunan

  1. Asslm Wr. Wb…

    Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat. Maka para sahabat pun bertanya: “Apakah yang dapat menghapusnya, wahai Rasulullah? “Beliau menjawab: “Bersusah payah dalam mencari nafkah” karena sesungguhnya Allah Ta’ala suka melihat hamba-Nya bersusah payah dalam mencari rejeki yang halal”. (HR. Dailami)

    Yg sy tanyakan: “Apakah hadits diatas merupakan salah 1 HR. Darimi / HR. Dailami?!”
    Terimakasih sy tunggu jawabannya.
    Wassalam Wr. Wb…

  2. can you tell the reason why did Imam Ad-Darimi wrote the Sunan Ad-Darimi?? and what are the distinctive features of that book??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s