Humanisme Islam

da perbedaan problematika yang melilit negara maju dengan negara berkembang. Problematika krusial yang melilit masyarakat maju adalah kehilangan nilai-nilai spiritual. Sedangkan, problematika yang melilit negara berkembang adalah kehilangan nilai-nilai kemanusiaan.
Pada negara maju, agama telah dipinggirkan karena dianggap sebagai ajaran yang skeptis. Namun, meskipun begitu, pada masyarakat maju, buta huruf, putus sekolah, kemiskinan, pengangguran, korupsi, kolusi, nepotisme, suap, baku hantam lalu lintas, dan pencemaran lingkungan memiliki kadar tingkat yang sangat rendah. Baca lebih lanjut

MASBUQ DALAM SHOLAT DAN PERMASALAHANNYA

Oleh: Sandi Heryana

 

MUQODDIMAH

Sholat merupakan rukun Islam kedua setelah syahadat. Ia memiliki kedudukan yang sangat urgen dalam Islam.  Rosulullah bersabda:

رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ

Pokok urusan itu adalah Islam, tiangnya sholat, dan puncak ketinggiannya adalah jihad”. (HR. Tirmidzi, no: 2616; dll, dishohihkan oleh Syeikh Al-Albani)

Umar bin Khathab pernah berkata: “Perkara yang paling urgen menurutku adalah sholat, Siapa saja yang menjaganya, maka ia telah menjaga agamanya. Dan siapa saja yang menyia-nyiakannya maka ia akan lebih menyia-nyiakan terhadap selainnya.  Dan tidak ada bagian dalam Islam utnuk orang yang meninggalkan sholat.” Baca lebih lanjut

By Pwk. PP. Persis Mesir Posted in Fiqh, Kolom

Isbal Dalam Prespektif Ulama

Oleh : Agustiar Nur Akbar

Pendahuluan

Sebagai seorang muslim tentu mencintai dan menjadikan Rasulullah saw sebagai panutan. Panutan yang secara langsung oleh Allah swt disematkan kepada Rasulullas saw.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (Al Ahzab : 21).

Berusaha untuk mengikuti Rasulullah saw secara keseluruhan merupakan dambaan bagi seorang muslim. Selain hal tersebut sebagai wujud cinta kepada Rasulullah saw. Juga karena Rasulullah saw (baca sunah) salah satu mashadir syariat Islam.

Hal ini menyangkut segala aspek dalam kehidupan, diantaranya termasuk tata cara berpakaian Rasulullah saw. Sebut saja masalah isbal, atau menjulurkan kain hingga menutupi mata kaki. Karena hal yang demikian termasuk ranah fiqih, maka tidak akan lepas dari niza (perdebatan) dikalangan umat.

Kedapannya penulis akan mencoba mengupas lebih lanjut dengan ringkas akan permasalah isbal ini. Apakah ia jatuh hukumnya haram bagi musbil, misalnya. Atau makruh maupun mubah.

Disini penulis hanya akan mengkajinya secara ringkas. Mencoba mengupas apa yang melandasi perbedaan para ulama dalam melihat masalah ini. Kemudian me-rajih-kannya setelah melakukan nadzhar pada dalil-dalil yang ada.

Baca lebih lanjut

Sesumbar Demokrasi a la Amerika

Sesumbar Demokrasi a la Amerika

Kumpulan “elang” rezim Amerika baru kembali membuat “jijik” mata dunia. Melalui pidato pelantikan presiden pada tanggal 20 Januari 2005, Bush kembali mengeluarkan sesumbar yang penuh arogansi “so, it is the policy of the United States to seek and support the growth of democratic movements and institutions of every nations and culture, with the ultimate goal of ending tyranny in our world.” Itulah ranah “perjuangan” Amerika ke depan: menumbuhsuburkan demokrasi dan menghilangkan tirani.

Rasanya, tukang becak pun tahu, bahwa sesumbar Bush tersebut jauh panggang dari api. Justru, negara adikuasa itulah yang selama ini sering melanggar demokrasi dan menumbuhsuburkan tirani. Sehingga, program kerja Bush cs ke depan pun harus dibalik menjadi: menghilangkan demokrasi dan menumbuhsuburkan tirani. Karena, itulah fakta demokrasi a la Amerika. Meminjam tulisan Newsweek, demokrasi Amerika adalah “high hopes, hard facts”.

Demokrasi a la negri Tom and Jerry tersebut adalah akibat wajar dari doktrin Pre-emptive Strike Amerika. Doktrin tersebut berkoar-koar “lebih baik mendahului daripada didahului”. Legitimate atau tidak adalah masalah belakangan yang bisa dicari justifikasinya. Afghanistan, Irak, dan sekarang menunggu giliran Iran serta Korea Utara adalah para korban dari isi doktrin tersebut.

Baca lebih lanjut

By Pwk. PP. Persis Mesir Posted in Kolom Dengan kaitkata

Jalan Masih Panjang

Jalan Masih Panjang

Membina umat manusia adalah sebuah kewajiban utama bagi mereka yang mempelajari Islam secara khusus, dan bagi setiap muslim umumnya. Tujuannya jelas, mengalihkan manusia dari peribadatan terhadap hamba menjadi peribadatan terhadap Tuhan para hamba. Al-Quran dan Al-Hadits telah demikian jelas bahwa semua makhluk yang diciptakan mempunyai kewajiban untuk mengagungkan dan mensucikan Allah pada setiap kesempatan. Tak terkecuali gunung dan batu, semuanya bertasbih dan bertahmid, hanya kita tidak faham tasbih dan tahmid mereka. Bahkan seekor Hudhud pun heran melihat kaum yang menyembah matahari.

Jika kita melihat kondisi umat manusia sekarang ini, maka kita akan segera mengambil kesimpulan bahwa mereka memerlukan pembinaan. Siapapun tak akan dapat mengingkari. Hasilnya, semua fihak berlomba untuk membina manusia sesuai cara dan kepercayaan masing-masing. Sayangnya, umat Islam sekarang ini masih banyak yang belum sadar akan kompetisi pembinaan umat ini.

Lihatlah, bagaimana gencarnya umat Nasrani mengumpulkan ‘domba-domba yang sesat’. Berbagai cara ditempuh, agar domba yang sesat ini masuk dalam gembala mereka. Mereka tidak segan mengorbankan harta dan tenaga untuk mencapai tujuan. Demikian juga dengan golongan-golongan yang sesat, berusaha untuk menyebarkan kesesatan mereka kepada mereka yang belum sesat. Adapun kita, menolong sesama muslim pun terkadang masih enggan. Kalaupun membantu, maka bantuan itu sangat minim atau banyak tapi tak lepas dari riya’, kecuali mereka yang mendapat hidayah Allah.

Baca lebih lanjut

By Pwk. PP. Persis Mesir Posted in Kolom Dengan kaitkata

Imam Nasa’i; Figur Muhaddits Sejati

Imam Nasa’i; Figur Muhaddits Sejati
February 22nd, 2008

Oleh : Agus Setiawan, Lc*

“Teladanilah para tokoh, walaupun engkau sulit untuk menjadi seperti mereka, karena meneladani orang yang mulia adalah sebuah kemenangan”

Dari kata mutiara di atas, terpatri dalam diri insan muslim dan kaum akademis, bahwa warisan sejarah adalah barang yang mahal. Mengambil hikmah keteladanan mereka sebuah keniscayaan.

Tokoh kali ini, sangat sarat dengan nilai kesungguhan, perjuangan demi sebuah idealisme dakwah. Memelihara “warisan” nabi Saw, menuangkannya dalam karya abadi dengan tinta emas, demi generasi mendatang.

Para ulama sejawatnya menyanjung beliau, “Imam Nasa’i adalah figur muhaddits yang tangguh, kuat, kaya hafalanya, rujukan para ulama dalam ilmu jarh wa ta’dil, memilki karya-karya monumental”.

Namun disini pembahas mohon maaf karena tulisan ini terlalu singkat untuk tokoh sekaliber beliau. Semoga tulisan ini menjadi tangga pertama bagi rekan-rekan untuk meniti, mendalami dan menyelami ketokohan beliau, imam Nasa’i.

Nasab Sang Jenius

Ia adalah Abu Abdirrahman Ahmad bin Syu’aib al Khurasani, seorang yang bergelar al hafidz. Imam besar pada masanya dan rujukan dalam ilmu jarh (kritik) dan ta’dil (legitimasi) para periwayat hadits. Beliau dilahirkan pada tahun 215 hijriyah di daerah Nasa’. Bukan dari kata nisa’a yang berarti perempuan, sebagaimana yang diangkat oleh kaum feminis. Nasa’ sendiri adalah sebuah kota yang cukup terkenal di Khurasan, Persia dan Sarkhas (Iran sekarang-red).

Baca lebih lanjut

BEGGAR INTELLECTUAL

BEGGAR INTELLECTUAL

Oleh : Yunan Nasution*

Banyak para cendikiawan yang merumuskan, bahwa unsur pokok sebuah peradaban (civilization) adalah agama. Pengaruh agama ini cukup kuat, karena agamalah yang akan menentukan watak dan karakteristik daripada peradaban tersebut. Untuk itulah seorang guru besar keturunan Yahudi di Princeton University, Bernard Lewis menyebut peradaban barat sebagai “Christian Civilization” karena Kristen menjadi faktor agama paling utama dan menghegemoni. Diantara peradaban-peradaban yang tetap eksis, nampaknya peradaban Islam masih memegang peranan yang cukup signifikan serta mendapat sorotan utama dari peradaban barat sebagai rivalnya. Indikasi itu muncul setelah berakhirnya Perang Dingin dengan ditandai tumbangnya rezim komunis. Dari situlah disinyalir terjadinya chaos antara hegemoni barat (Kristen) yang mengklaim sebagai pemegang kekuasaan dan penentu kebijakan dunia dengan peradaban Islam yang tetap mempertahankan identitas serta orisinalitasnya.

Upaya barat dalam melemahkan Islam terutama dalam hal perang pemikiran (ghazwul fikr) telah mengalami kemajuan pesat, sebagai bukti kemunduran paradigma Islam pada kurun waktu abad ke-18 M. Karena pada waktu itu Islam mengalami kemunduran, sehingga Khilafah Utsmaniyah khususnya dan umat Islam umumnya mendapat julukan “The Sick Man of Europe” dan disisi lain barat mengalami kebangkitannya. Untuk mendobrak stagnasi ketika itu ada dua metode yang diambil oleh ulama-ulama Islam dengan sudut pandang yang berbeda. Pertama, paradigma Islam, yaitu menggali semua potensi yang ada dalam tubuh Islam itu sendiri. Inilah yang dilakukan oleh para aktivis kebangkitan dan revivalis Islam, seperti Hasan Al-Banna, Abul A’la Al-Maududi, Taqiyudin An-Nabhani, Baqir Ash-Shadr dan lain sebagainya. Mereka meyakini bahwa Islam merupakan worldview yang bisa menerjemahkan tataran empirik dengan berpegang pada satu konsep yaitu “shalihun likulli jaman wal makan”. Kedua, paradigma sekular, yaitu mengadopsi peradaban barat sebagai langkah alternatif untuk menjawab konteks. Itulah upaya yang dilakukan oleh kelompok yang menamakan dirinya kaum privatisasi Islam, seperti Hasan At-Turabi, Sayyid Ahmad Khan, Qasim Amin, Ali Abdur Raziq dan lain sebagainya. Mereka umumnya menjadikan Islam sebagai subordinat dari peradaban barat dengan konsekuensi segala hal -baik itu menyangkut tatanan sosial ataupun yang berkaitan dengan nilai-nilai transendental- harus disesuaikan dengan barat.

Baca lebih lanjut

By Pwk. PP. Persis Mesir Posted in Kolom Dengan kaitkata

The Power Of Dream

The Power of Dream

Oleh : Rifqi Fauzi

Imposible is nothing, itulah ‘teriakan’ salah satu motto terbaru dari salah satu perusahaan sepatu terbesar di dunia, selain motto-motto terbaru lainnya seperti don’t ever lose control dan lain-lain. Motto tersebut sudah tidak asing lagi bagi kita karena sebelumnya kita sering mendengar pepatah tidak ada yang tidak mungkin didunia ini kecuali memakan kepala sendiri. Hal yang paling menarik dari motto tersebut adalah terdapatnya kata imposible yang sering kita sepadankan kata tersebut dengan kata mimpi, sebab mimpi mengandung penuh misteri, ketidak jelasan dan ketidak pastian, sehingga kalau kita mendapatkan orang yang memimpikan sesuatu hal yang jauh dari kemungkinan disebut dengan mimpi di siang bolong. Tapi benarkah mimpi selalu identik dengan ketidak pastian, benarkah mimpi salah satu pembawa malapetaka bagi kehidupan dengan adanya istilah night mare, bagaimanakah kita mensikapi mimpi supaya menjadi hal yang berarti bagi kehidupan kita. (?)

Harun yahya dalam bukunya rahasia dibalik materi (2001), menerangkan bahwa sebenarnya alam mimpi dan alam sadar merupakan dua alam yang sama-sama tidak nyata, karena keduanya sama-sama hanya merupakan rekaman yang sudah diatur oleh Allah Swt. dalam otak manusia, selanjutnya Harun Yahya menganalogikan rekaman itu dengan sebuah computer yang memuat seluruh data kejadian yang akan terjadi baik di alam mimpi maupun dialam sadar, kemudian kemudian data-data tersebut diteransfer melalui kabel data yang terhubung dengan otak, selanjutnya otak mengirim data-data tersebut melalui jutaan sel saraf yang terhubung keseluruh panca indra kita, sehingga kita bisa melihat indahnya pemandangan pegunungan, menghirup harumnya bunga melati, merasakan manisnya madu, mendengar merdunya suara burung berkicau, dan merasakan dinginnya udara.

Baca lebih lanjut

By Pwk. PP. Persis Mesir Posted in Kolom Dengan kaitkata