Selayang Pandang Tentang Fiqih Islam*

Oleh Arif Rahman Hakim**

Pengertian Fiqih

Fiqih secara etimologi (bahasa Arab) memiliki arti pemahaman (al-fahm). Oleh karena itu orang-orang Arab (sebelum islam) menggunakan kata faqîh untuk seorang cendikiawan yang mempunyai ilmu yang luas.
Selain itu, masih secara bahasa fiqih berarti pengetahuan (al-‘ilm). Hal tersebut bisa kita lihat penggunaannya pada istilah fiqh al-lughah yang mempunyai makna hampir sama dengan ‘ilmu al-lughah karena isinya sama-sama membahas tentang kaidah-kaidah dan aturan bahasa Arab.
Adapun secara terminologi makna fiqih mengalami perubahan dari masa ke masa. Dari maknanya yang begitu luas dan mencakup berbagai objek seiring dengan perubahan zaman maknanya terus menyempit dan menjadi suatu disiplin ilmu yang khusus, tidak ada bedanya dengan filsafat yang pada akhirnya berubah menjadi salah satu disiplin ilmu tertentu. Baca lebih lanjut

Iklan

Redefinisi Fiqih; Catatan Pribadi tentang Warna Fiqih kita

Yadi Saeful hidayat

Seperti tak pernah selesai, ide untuk menggagas fiqih baru seolah menjadi semangat beragama para pemikir muslim saat ini. Dalam beberapa hari terakhir, berbagai konsepsi menyangkut ruang lingkup pembahasan fiqih selalu menjadi wacana yang terus-menerus dipenuhi oleh aksi perdebatan dan lintas pemikiran yang cukup alot. Semua ini terkesan ingin menunjukkan bahwa fiqih memerlukan sebuah inovasi baru, metodologi baru dan wajah yang baru pula. Term fiqih yang selama ini hanya bersifat partisan, tidak elektik, dan terkesan kaku sudah saatnya diganti dengan format yang lebih modern, prosperous, adil dan aman dalam kehidupan yang plural di tengah-tengah era globalisasi. Bukan karena memiliki penyakit latah, tapi hemat penulis, saat ini fiqih memang memerlukan usaha pembaruan dari para pewarisnya. Kita tidak ingin menjadikan karya fiqih ulama terdahulu sebagai “doktrin” dan bahkan juga “dogma” agama.
Namun begitu, kita harus tetap mengakui karya mereka sebagai karya yang luar biasa pada zamannya, sehingga wajar jika saat ini kita memberikan apresiasi atas jerih payah mereka. Hanya mungkin, kondisi semacam ini jangan lantas melahirkan kebekuan pada sikap beragama kita. Penulis sering bertanya, kenapa dewasa ini fiqih sering mengalami stagnasi dalam aplikasinya? Menurut penulis, penyebab utamanya adalah pemahaman mengenai fiqih yang Baca lebih lanjut