BUNDA MARIA versus MARYAM
(Studi Komparatif antara al-Qur’an dan Injil)
Ika Yunia Fauzia*
Dalam Bidayah wa al-Nihayah disebutkan bahwa Maryam binti ‘Imrân masih keturunan Daud ‘alaihi salâm. ‘Imrân, ayahnya, adalah seorang yang berpengaruh pada Bani Isrâ’il pada waktu itu. Diceritakan seperti dalam Q.S. Ali ‘Imrân bahwa Istri ‘Imrân adalah seorang yang belum dikaruniai anak, sampailah pada suatu hari ia berdoa dan bernazar bahwa anak yang dikandungnya akan menjadi hamba yang akan berkhidmat di Baitul Maqdis. Setelah selesai masa penyusuan Maryam, ibunya menyerahkan pada Zakaria. Seorang nabi sekaligus suami saudara perempuan ibunya; untuk berkhidmat di Baitul Maqdis. Diriwayatkan oleh ahli tafsir, bahwa Maryam diberikan tempat khusus di dalam Baitul Maqdis (Mihrâb); yang tidak dimasuki seorangpun kecuali Zakariya. Di sana ia menghabiskan siang dan malamnya untuk beribadah kepada Allah, sampai tersiarlah kabar diantara Bani Isrâil akan kemuliaan Maryam. Kelebihan Maryam adalah setiap Zakariya memasuki mihrâb untuk menemui Maryam, maka ia selalu mendapati makanan disisinya yang diturunkan dari Allah. Menurut ahli tafsir, makanan itu seperti buah-buahan musim panas, yang ditemukan ketika musim dingin. Pun buah-buahan musim dingin yang ditemukan pada musim panas. (Abu al-Fidâ al-Hâfidz Ibnu Katsîr, Al-Bidâyah wa al-Nihâyah, Dar al-Hadist-Kairo, 2002, Jild.1)
Para ahli teolog seperti Harnack dan Brunner bersepakat bahwa Teisme Rasional, Yudaisme, Kristen dan Islam adalah Unitarian. Banyak kisah-kisah atau riwayat dalam ajaran Islam dan Kristen yang memiliki kesamaan, walaupun tidak secara keseluruhan. Dr.Maurice Bucaille dalam bukunya La Bible, Le Coran et la Science, menyatakan bahwa Injil dan al-Qur’an memberikan kita riwayat yang sama mengenai asal-usul biologis Yesus (Isa). Yang terjadi melalui proses parthenogenese; membesarnya bayi dalam kandungan sang ibu di luar hukum alam manusia. Telur (ovum) dari ibunya tidak memerlukan bertemu dengan spermatozoa bapak untuk membentuk suatu embrio yang kemudian menjadi bayi. Penciptaan Isa sama halnya dengan penciptaan Adam; yang terlahir parthenogenese, tidak seperti lazimnya manusia yang lain.
Tertulis dalam Injil bagaimana Bunda Maria (Maryam) melahirkan Isa dalam keadaan tidak berbapak sehingga Isa diakui sebagai anak Tuhan. Cerita tentang Maria disebutkan dalam perjanjian baru (al-Ahdu al-Jadîd) yang termaktub dalam Markus:16, Lukas:1 (dua kali), Yohanes:20 (dua kali). Disebutkan dalam Lukas bagaimana Elisabet memberi selamat pada Maria karena telah mengandung anak Tuhan dan bagaimana Maria memuji Tuhan. Yohanes bercerita tentang penampakan Yesus (Isa) pada Maryam dan lain sebagainya. (The Bible Society of Egypt, Arabic New Van Dyck of Egypt, 2002,h.48,50,102,)
Sedangkan di dalam al-Qur’an hikayat Maryam tertera dalam surat Ali-‘Imrân:32,37,42,43,44,45, al-Nisâ: 156,157,171, al-Mâidah:17, Maryam: 16,27,34, al-Mukminûn:50, al-Tahrîm:12. Seperti yang telah kita ketahui bahwa Maryam adalah seorang gadis suci, lalu Allah mengutus Jibril untuk memberinya anak laki-laki yang kita kenal dengan Nabi Isa. Dalam Injil, Maryam diceritakan kurang lebih tiga kali. Dan al-Qur’an lebih banyak lagi menceritakan kisah Maryam; terlebih sampai ada satu suratnya yang bernama surat Maryam. Disebutkan dalam al-Mu’jam al-Mufahras li al-Alfazh al-Qur’an al-Karîm sebanyak 34 kali ayat yang menyebutkan tentang Maryam; jumlah yang tidak sedikit. Sehingga tidak heran apabila seorang pastur asal Lumajang yang juga tokoh missionaris tertegun ketika membaca terjemahan al-Qur’an, menemukan bahwa Bunda Maria, Tuhannya lebih banyak di ceritakan dalam al-Qur’an dari pada Injil; diceritakan dengan sangat mulia.
Dalam Q.S.Maryam:17 beberapa orang mengartikan kata rûhanâ (roh kami) adalah Allah. Ditafsirkan bahwa sebenarnya al-Qur’an juga menyetujui bahwa Allah adalah Bapak Isa. Jelas anggapan ini tidak benar, karena al-Qur’an menyatakan berkali-kali bahwa Isa adalah anak Maryam (Îsa ibnu Maryam) dan bukan anak Allah. Arti rûhanâ (roh kami) yang sebenarnya adalah malaikat Jibril a.s, bukan Allah. Jadi sekali-kali al-Qur’an tidak pernah menggaris bawahi bahwa Isa adalah putra Allah. Di sini terlihat adanya perbedaan antara al-Qur’an dan Injil tentang status Maryam dan anaknya (Isa); dalam al-Qur’an Maryam adalah seorang perempuan yang suci dan Isa adalah seorang Nabi. Dalam Injil, Maria adalah Tuhan Ibu, dan Yesus (Isa) adalah Putra Allah. Walaupun sama-sama dikatakan dalam al-Qur’an dan Injil bahwa Maryam adalah seorang gadis yang mulia (suci).
Letak kesamaan al-Qur’an dan Injil dalam menceritakan Maryam adalah penceritaan Isa (Yesus) bersamanya. Hampir setiap kalimat dalam al-Qur’an yang menceritakan Maryam. Pasti akan disertai dengan Isa. Begitu juga dalam Injil, yang selalu menceritakan Maria bersamaan dengan Yesus. Wallahu A’lam.
* Penulis kebetulan seorang Mahasiswi al-Azhar University.
Oktober 4, 2009 at 2:58 am
menurutku bagus juga ceritanya tapi ada sedikit yang ganjal. menurutku islam dan al quran lebih mulia dan lebih dapat di percaya. bahkan di dalam al qur’an mengetahui bocoran yang belum pernah terjadi pada sebelumny. seperti yang ada dalam surga maupun NERAKA!!!!
Oktober 14, 2009 at 3:12 pm
injil lebih dulu ada dari pada alquran dan para saksi Kristus banyak yang menjadi martir demi mempertahankan keyakinannya dari pada menjadi murtad .Ini patut jadi renungan , sudah 2000 tahun..kesaksian ini tidak pudar…bahkan oleh serangan Iblis sekalipun .
Maret 9, 2012 at 4:01 am
Allah berkata dalam Surah Al Maida, “….kusempurnakan agamamu”. artinya Nabi Muhammad jadi utusan Allah utk menyempurnakan Agama – Agama sebelum Muhammad
Agustus 16, 2010 at 7:57 am
awalnya muhammad itu kristiani , karena pada zaman itu islam belum ada toh.
dan kitab yang di tulis muhammad belum selesai namun ia keburu tewas, lalu di lanjutkan oleh orang-orang yang bukan di tentukan oleh Allah, namun orang-orang yang di tentukan manusia.
Januari 26, 2012 at 6:53 am
lebih parah dengan kitab anda, tidak ada satupun nabi yang menulisnya, melainkan para manusia2 yang banyak mengikuti hawa nafsu, yang mengatakan tuhan punya anak, seolah2 dia melihat tuhan melahirkan anak.
Maret 9, 2012 at 4:03 am
Allah berkata dalam Surah Al Maidah “….kusempurnakan agamamu”. artinya Nabi Muhammad jadi utusan Allah utk menyempurnakan Agama – Agama sebelum Muhammad. Brarti juga agama kristen belum sempurna dan disempurnakan pada zaman Nabi Muhammad dan ini untuk seluruh makhluk dan sampai akhir zam.
Jangan terus logikanya di balik seperti itu Bung….
Januari 20, 2011 at 2:21 pm
Jgn ad perselisihan.di antra kta.ok.
Januari 15, 2012 at 12:26 pm
[...] Proses Parthenogenese sendiri bermakna, membesarnya bayi dalam kandungan sang ibu di luar hukum alam manusia. Telur (ovum) dari ibunya tidak memerlukan bertemu dengan spermatozoa bapak untuk membentuk suatu embrio yang kemudian menjadi bayi (Sumber : BUNDA MARIA versus MARYAM). [...]
Februari 16, 2012 at 5:47 am
” Dalam Injil, Maria adalah —–Tuhan Ibu,—- dan Yesus (Isa) adalah Putra Allah ”
Kepada Penulis maupun Admin web ini, mohon tidak memulai penistaan agama…..
Sebaik nya anda tidak mengutip materi dai agama lain bila anda tidak mengetahui secara benar berdasarkan sudut pandang agama yang bersangkutan.
Saya sangat yakin bahwa rekan2 yang Katolik maupun Kristen Protestan tidak pernah berpendapat maupun beropini bahwa Maria dalah Tuhan Ibu maupun Ibu-Nya Tuhan…. yang ada adalah Ibunda Yesus
April 5, 2012 at 7:02 am
Kalau kalian beranggapan Yesus itu anak tuhan, kenapa Maria tidak boleh disebut Tuhan Ibu?
Maria = Tuhan Ibu = salah
Maria = Ibunda Yesus = benar
Padahal, Yesus dipercaya oleh kalian = anak tuhan..
Saya jadi bingung.. Kalau kalian berani menyebut Maria adalah Ibunda Yesus, Sedangkan Yesus kalian sebut anak tuhan, masa tidak boleh disebut Ibunda Tuhan?
Sebaiknya dikaji lagi secara detail didalam injil yang menjadi pedoman kalian, sebuah ayat suci akan batal jika ayat-ayatnya bertabrakan antara satu dengan yang lain..
Injil yang kalian pegang sekarang sudah ada campur tangan manusia.. Kalian lebih mempercayai si Paulus itu daripada beberapa nasihat yang ada di injil..
- Hari sabat?? –> malah ibadah hari minggu
- Yesus nyembah ALLAH —> Malah Yesus yang disembah
- Yesus menyuruh tidak boleh menyembah patung –> malah dibuatin patung dalam gereja
- Hari Natal?? –> Ini apaan?? di injilnya juga gak ada tentang hari beginian..
- Santa Clause —> Makin nganar aja dah..
Nih sekalian baca Injil kuno yang belum tersentuh tangan manusia menjelaskan bahwa Injil mengabarkan kedatangan Nabi Muhammad S.A.W :
“Sebuah Injil kuno berusia 1500 tahun ditemukan di Turki. Dan yang lebih mengejutkan, di dalam Injil itu menjelaskan tentang pengakuan Tuhan Yesus berkata kepada salah seorang pendeta, bagaimana kami memanggil mesias? Muhammad adalah nama yang diberkati. Injil ini juga menyebutkan bahwa Tuhan Yesus sendiri menyangkal menjadi Mesias. Ia mengatakan bahwa Mesias itu adalah keturunan Ismail, yakni orang Arab.”
Semoga menjadi pembelajaran bagi Orang Muslim dan Orang Kristiani..
Maret 9, 2012 at 4:09 am
Untuk Saudara – Saudaraku muslim maupun Non-Muslim, marilah kita kaji bersama Iman kita terhadap Tuhan kita,apakah sudah benar menurut perasaan dan logika.
Telah banyak buku-buku yang menjawab semua ini, jadi kita harus membuka diri dan logika kita dalam memahami semua yang kita yakini. Jangan hanya agama orang tua apa terus kita ikut apa……..
Islam mengajak kita menghormati agama – agama lain, sebagaimana yang sudah ada dalam surat Al Kafiirun.
Maret 11, 2012 at 2:04 pm
[...] Proses Parthenogenese sendiri bermakna, membesarnya bayi dalam kandungan sang ibu di luar hukum alam manusia. Telur (ovum) dari ibunya tidak memerlukan bertemu dengan spermatozoa bapak untuk membentuk suatu embrio yang kemudian menjadi bayi (Sumber :BUNDA MARIA versus MARYAM). [...]
Maret 14, 2012 at 4:12 am
[...] bertemu dengan spermatozoa bapak untuk membentuk suatu embrio yang kemudian menjadi bayi (Sumber : BUNDA MARIA versus MARYAM). In 1956 the medical journal Lancet published a report concerning 19 alleged cases of virgin birth [...]
April 26, 2012 at 1:02 am
saya pikir sebaiknya anda semua menyudahi permasalahan ini,, karena bagimu agamamu dan bagiku agamaku..
Tuhan tidak pernah membedakan ciptaannya lalu mengapa kalian terlalu sibuk untuk mencari perbedaan itu???
seharusnya anda sekalian sadar bahwa apa yang dikerjakan oleh Tuhan melampaui akal manusia.
anda tidak bisa menarik satu garis lurus untuk menyamakan persepsi antara pekerjaan Tuhan dan logika kita manusia.
biarkan saja kami dengan agama kami dan kalian dengan agama kalian.
bagaimana??