Dzikir Dengan Laa Ilaaha Illallaah

Oleh : KH. Aceng Zakaria

A. Keutamaan Kalimat Laa Ilaaha Illallaah

· Sebagai Ikrar Masuk Islam

Kalimat laa ilaaha illallaah, merupakan kalimat ikrar, pernyataan untuk masuk Islam, berdasarkan hadits,

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ مُعَاذًا قَالَ بَعَثَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّكَ تَأْتِي قَوْمًا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ فَادْعُهُمْ إِلَى شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّه (مسلم : 27)

Dari Ibnu Abbas r.a. sesungguhnya Mu’adz berkata, Rasulullah saw. Mengutusku, beliau berpesan, “Sesungguhnya engkau akan datang kepada kaum ahli kitab, ajaklah mereka untuk mengakui, bahwa tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya aku adalah rasulullah” (HR. Muslim)

· Untuk Mentalkinkan Yang Hampir Mati

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (مسلم : 1524)

Dari Abu Hurairah, ia berkata, rasulullah saw. Bersabda,”Talkinkanlah orang yang hamper mati di antara kalian dengan kalimat laa ilaaha illallaah. (H.R. Muslim)

· Sebagai Jaminan Keluar Dari Api Neraka

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : يَخْرُجُ مِنْ النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَكَانَ فِي قَلْبِهِ مَا يَزِنُ مِنْ الْخَيْرِ ذَرَّةً (البخاري :6861)

Rasulullah saw. Bersabda, “Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan laa ilaaha illallaah, sedang di hatinya ada kebaikan walau seberat biji sawi. (HR. Bukhari)

· Do’a Di Arafah

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (الترمذي :3509)

Dari ‘Amer bin Syu’aib, dari Ayahnya, dari Kakeknya, bahwasanya Nabi saw. Bersabda, ” sebaik-baik do’a itu ia do’a di Arafah dan sebaik-baik apa yang aku ucapkan dan para nabi sebelumku ucapkan ialah, laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariika lah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir. (H.R. Tirmidi)

· Do’a Di Saat Bingung

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ عِنْدَ الْكَرْبِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ وَقَالَ وَهْبٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ مِثْلَهُ (البخاري:5870)

Dari Ibnu Abbas, sesungguhnya Rasulullah saw. Ketika beliau ditimpa kebingungan, beliau mengucapkan, laa ilaaha illallaah rabbul ‘arsyil ‘azhiim …, “Tiada Tuhan selain AllahYang Maha Agung lagi Pemurah, tiada tuhan kecuali Allah, Tuhan yang memiliki ‘Arasy yang agung, tiada Tuhgan kecuali Allah, Tuhan yang Mengurus langit dan bumi dan Tuhan ‘Arasy yang mulia”(H.R. Bukhari)

· Sebagai Jaminan Mendapat Syafa’at Nabi

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَدْ ظَنَنْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَنْ لَا يَسْأَلُنِي عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلُ مِنْكَ لِمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلَى الْحَدِيثِ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ (البخاري:97)

Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah saw. ditanya, “Yaa Rasulallah, Siapa orang yang paling beruntung dengan syafa’atmu? Beliau menjawab, ‘Sungguh aku telah mengira bahwa tidak ada orang yang pertama kali bertanya kepadaku tentang hal ini selain engkau, karena aku melihat kesungguhanmu terhadap hadits, manusia yang paling beruntung dengan syafa’atku pada hari kiamat ialah orang yang mengucapkan laa ilaaha illallaah dengan tulus dari hatinya. (H.R. Bukari)

C. Syarat-Syarat Laa Ilaaha Illallaah

Kata dasar “Ilaah“(إله) itu ialah “aalaha” (آله). Jika dikatakan, aalahal fashiilu. Yaitu anak unta yang selalu mengikuti induknya, maksudnya, bahwa hamba Allahjuga dituntut untuk senantiasa mengabdi dan mengikuti Allah dengan penduh rendah diri dalam setiap keadaan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, ilaah itu ialah yang disembah, yang dita’ati. Maka sesungguhnya Ilaah ialah yang dipertuhankan, dan yang berhak untuk disembah.

Ibnu rajab berkata, “ilaah ialah yang dita’ati, maka tidak boleh mendurhakainya karena segan kepadanya, memuliakan, takut, bertawakal kepadanya, meminta darinya, dan berdo’a kepadanya. Dan ini semua tidak pantas kecuali kepada Allah.

C. SYARAT-SYARAT LAA ILAAHA ILLALLAAH

Untuk meraih keutamaan kalimat laa ilaaha illallaah, maka harus memenuhi 8 (delapan) persyaratan, yaitu:

1. Meyakini Isi Dan Kandungannya

Yaitu meyakini isi dan kandungan laa ilaaha illallaah, baik yang berupa nafi’ (meniadakan sesuatu yang tidak layak bagi Allah) atau itsbat (menetapkan sesuatu yang wajib bagi Allah) yang menghilangkan kebodohan tentang hal itu.

2. Yakin Dan Tidak Ada Keraguan Lagi

Maksudnya ialah orang yang mengatakan laa ilaaha illallaah hendaklah yakin akan isi dan kandungan kalimat laa ilaaha illallaah dengan betul-betul yakin

3. Menerima Konsekuensi Dari Kalimat Tersebut Dengan Hati Dan Lisannya

Allah telah mengisahkan kepada kita berita/kejadian yang telah lalu, yaitu menyelamatkan orang-orang yang yang menerima keyakinan tersebut dan menyiksa kaum yang menolak dan menentangnya.

4. Tunduk Dan Patuh Dengan Kalimat Tersebut Dan Menentang Kebalikannya

Maksudnya ialah melaksanakan keta’atan kepada Allah sebagai konsekuensi iman terhadap kalimat laa ilaaha illallaah dan menentang segala bentuk syirik

5. Membenarkan Dengan Tidak Mendustakan Lagi

Hendaknya ia mengucapkan laa ilaaha illallaah dengan jujur dan lahir dari hatinya yang murni dan sesuai dengan ucapannya.

6. Ikhlas

Yaitu membersihkan niat dalam beramal dari segala bentuk dan aspek syirik

7. Mencintai Kalimat Tersebut Dan Segala Tuntutannya

Hendaknya ia mencintai kalimat laa ilaaha illallaah itu dengan segala tuntutannya dan mencintai pengamal kalimat itu yang memenuhi persyaratannya dan membenci apa yang kurang dari semestinya.

8. Kufur Kepada Thagut

Hendaklah kufur kepada thagut, yaitu apa-apa yang disembah selain Allah dan beriman kepada Allah sebagai Rabb yang seharusnya disembah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s